Tiga
Tiit… Tiittt… Berkali-kali klakson mobil itu berbunyi. Namun, pria itu tak kunjung bergerak. Eun Sang dengan wajah kesal berjalan cepat menuju kursi panjang tempat orang-orang beristirahat. Jam tangan G-shock- nya telah menunjukkan pukul sebelas empat lima. Tidak banyak orang yang berlalu-lalang di luar bandara itu. “Jangan macam-macam denganku, anak muda” Eun Sang menarik jaket yang menutupi wajah si pria. Namun, pria itu masih terlihat tenang dalam tidurnya. Tiittt… Tiitt… Klakson mobil kembali di bunyikan. Tak jauh dari mereka, sebuah taksi parkir di halaman depan bandara. Tidak salah lagi, taksi itu pasti milik pria tak sopan ini. Ia kembali melemparkan jaket ke wajahnya dan bergegas menyeret kopernya ke taksi. “Grandpa Hotel” sahut Eun Sang pada supir taksi. Segera sang supir membuka bagasi dan memasukkan kopernya. Baru saja Eun Sang membuka pintu mobil, seorang pria tak dikenal menerobos masuk kedalam taksi dengan ranselnya. “Maaf, nyonya. Tapi taksi ini mi...