Celengan Bambu
Yunus tengah asik memasukkan berbagai macam barang kedalam tasnya. Sang Ayah yang sedang memeriksa ban sepeda ontelnya tersenyum memperhatikan tingkah lucu anak semata wayangnya itu. Setelah mengikat tali sepatu dan merapikan bajunya, Yunus menaiki sepeda dengan bantuan ayahnya. Ia duduk dibagian belakang, sedang ayahnya yang bertugas mengendarai sepeda. “Kau sudah siap, nak?” tanya ayahnya dengan lembut. Yunus mengangguk mantap dan sang Ayah mulai mengayuh sepedanya. Berjarak sekitar satu kilo meter jauhnya melewati jalan berbatu yang gersang. Dikanan dan kiri jalan terdapat padang ilalang yang sangat luas. Dibawah terik sinar matahari, Ayah Yunus tetap bersemangat mengayuh sepedanya tanpa henti. Setelah melewati tanah yang gersang, kini saatnya mereka melewati sebuah pasar. Aroma masakan dan jajanan tradisional membuat perut Yunus berbunyi. Tidak lama kemudian mereka sampai pada sebuah sekolah kumuh yang sudah ...