One Tree, There Fairy


one tree, three fairy


                   Di suatu pagi, di bawah pohon beringin yang rindang, terdapat dua orang sahabat yang tengah sibuk dengan hobi mereka masing-masing. Kyo sedang asyik membaca buku novel “one tree, three fairy” dan iory sedang bernyanyi dengan sebuah gitar klasik yang bertuliskan nama mereka berdua. Mereka berdua adalah sahabat sejati sejak kecil.
Kyo sedang membaca bukunya, iory pun sejenak berhenti bernyanyi.
Iory     :“Kyo, aku boleh nggak bertanya sesuatu?”
Kyo     :“Apa…?”
Iory     :”Kalau di antara kita ada yang mati duluan gimana?”
Kyo     :“Ya di kubur!”
Iory     :“Ah kamu ini, aku mau buat janji, tapi harus di tepati”
Kyo     :“Janji apa?”
Iory     :“Kitakan sahabat sejati sejak umur 2 tahun, dan kita sudah berumur 18 tahun.”
Kyo     :“Terus, janjinya apa?”
Iory     :“Janjinya, gimana kalau diantara kita ada yang meninggal duluan, yang masih hidup harus bunuh diri, intinya kita harus sehidup semati”.
Kyo     :“Wah! Janjinya ngeri sekali! Gimana jika nanti aku yang duluan mati, terus kamu enggak mau mati, gimana? Apakah kamu mau bunuh diri?”
Iory     :“Boleh, aku akan bunuh diri demi sahabatku!”.
Kyo     :“omong-omong kayaknya aku mulai lapar deh, kita beli makanan yuk!”
Iory     :“Ayo!”
          Ketika mereka hendak membeli makanan disebuah toko, kyo melihat seorang nenek-nenek tua ingin menyebrang dijalan raya. Kyo pun hendak menolong nenek-nenek tersebut. Ketika nenek itu berjalan ke trotoar, tiba-tiba dari arah kanan ada sebuah mobil truk yang melaju kencang kearah nenek itu. Tanpa basa-basi, Kyo pun dengan sigap berlari menuju nenek tersebut dan mendorongnya. Nenek itu pun terjatuh tetapi tidak tertabrak truk, melainkan kyo yang tertabrak mobil truk dan terlempar 4 meter dari truk itu. Kyo pun terbaring di jalanan dan tidak bergerak sedikitpun. Melihat kejadian tersebut, Iory pun langsung berlari menuju Kyo. Iory pun menangis melihat temannya yang sekarat disebuah trotoar. Iory mencari pertolongan kepada orang-orang disekitarnya. Ketika Iory hendak membawa temannya itu ke rumah sakit, mata kyo pun tertutup, tubuhnya pun dingin. Melihat akan hal itu, Iory pun berlari dan terus berlari meninggalkan temannya dan menuju mobil yang mengarah kepadanya. Dengan meneteskan tangisan ikhlas dan pasrah ia pun tertabrak mobil dan membenturkan kepalanya di aspal. Tanpa Iory sadari, teman yang ia tinggalkan telah ditolong oleh orang-orang sekitar kerumah sakit terdekat.
            Sesampainya dirumah sakit, Kyo pun diperiksa dokter dan mengalami penyakit amnesia. Setelah Kyo sadar, dia melihat seorang nenek yang telah ia tolong tadi. ia berkata
Kyo     :“nek, saya dimana?” (dengan rasa ingin tahu)
Nenek  :“kamu dirumah sakit, Kyo.”
Kyo     :“nenek siapa?” (sambil berpaling mengambil obat) “nek… nenek…”  (berteriak dan mencari nenek tersebut)
            Nenek itupun menghilang tanpa pamit dan Kyo pun takut. Dan tidak melihat seseorang pun didepan matanya. Tiba-tiba dokter pun datang, Kyo pun segera bertanya kepada dokter, apa yang terjadi selama ini. Dokter pun menceritakan kejadian tersebut. Kyo telah mengetahuinya bahwa temannya Iory telah bunuh diri setelah Kyo tertabrak mobil.
            Hari berganti hari. Kyo pun sembuh. Dia pun pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah, ia melihat ada selembar surat diatas meja belajarnya. Surat itu berbunyi “ wahai sahabatku, kita sudah lama tidak berjumpa. Apakah kau tidak merindukan ku? Jika kamu ingin bertemu dengan sahabat mu ini, pergilah kebawah pohon beringin di taman Lorch!.” Tanpa piker panjang kyo pun berlari ke tempat dimana temannya tersebut berada.
            Sesampainya disana, kyo tidak bertemu seorangpun. Tiba-tiba dari belakang kyo muncullah sebuah pisau yang terlempar menuju kyo. Kyo pun menghindar, dia merasa ketakutan. Tiba-tiba, iory pun keluar dari atas pohon beringin tersebut. Kyo merasa takut dan juga heran karena temannya yang telah meninggal tiba-tiba ada dihadapannya.
Kyo     :”Iory, apakah kamu masih hidup?”
Iory     :”seperti yang kau lihat sahabatku. Aku tidak mati!”
Kyo     :”jadi, berita selama ini salah? Syukurlah shahabatku kamu tidak pergi (ingin memeluk iory)”
Iory     :”jangan sentuh aku! Aku enggak butuh rasa simpati mu. Aku merasa telah didustai oleh sahabat ku sendiri!”
Kyo     :”apa maksud mu ? apa aku membohongi mu?”
Iory     :”hmm.. lebih dari pada membohongi, tapi mengihanati! Kita dulu pernah berjanji di tempat ini. Bahwa kita adalah sahabat sehidup semati. Tapi, mengapa kamu mengingkarinya?”
Kyo     :”apa? Aku tidak pernah berjanji seperti itu!”
Iory     :”hmm.. tidak berjanji? kalau begitu akan ku buat kamu berjanji!” (sambil mengeluarkan pistol yang ada ditangannya)
            Iory pun ingin menembakkan pistol itu kea rah kyo. Tiba-tiba dengan sekejap mata, turunlah seorang peri yang cantik dari pohon beringin tersebut. Peri itupun membelokkan peluru yang hampir mengenai kepala kyo. Iory dan kyo pun kaget melihat kedatang peri tersebut.
Kyo     :”hah… peri?” (tanyanya dengan penasaran)
Peri      :”iya… aku adalah peri dari pohon ini’
Kyo     :”peri? Dari pohon? Wah.. seperti novel yang sering aku baca saja”
Peri      :”iya… itu benar. Aku juga adalah nenek yang kamu tolong waktu itu”
Kyo     :”benarkah?”
Peri      :”iya… dan aku akan membalas kebaikan mu itu dengan  cara melindungi mu”
            Iory pun merasa kesal, tanpa pikir panjang, iory menembakkan pelurunya yang kedua kalinya. Peri itu pun dengan sigap langsung membelokkan peluru tersebut kearah iory sendiri. Iory tertembak oleh pelurunya sendiri. Melihat hal itu, kyo pun langsung berlari dan ingin menolong temannya tersebut. Iory berbaring di tangan Kyo.
Iory     :”Maafkan aku Kyo, aku hamper saja membunuhmu. Aku sangat menyesal membuat pejanjian itu. Karena perjanjian itu yang membuat aku merasa di bohongi. Kyo, apakah kamu mau berjanji kepadaku untuk terakhir kalinya sebelum aku mati?”
Kyo     :”Janji apa Iory?”
Iory     :”Kamu harus menepati 2janji ini kepadaku. Pertama kamu harus memaafkan ku.”
Kyo     :”Iya aku akan selalu memaafkanmu teman.“
Iory     :”Dan yang kedua setelah aku mati. Kamu harus bahagia dan jangan pernah bersedih.”
Kyo     :”Ya, aku akan menepatinya sahabatku.”
            Setelah I bulan kemudian
            Iory menutup mata untuk terakhir kalinya. Kyo pun tersenyum bahagia. Dia mengambil pistol yang ada di tangan Iory dan mengarahkan pistol itu ke kepalanya. Untuk kata-kata terakhir Kyo.
Kyo     :”Aku telah menepati janjimu sahabatku…………...”
            Kyo pun menembakkan pistol itu ke kepalanya dan mati di samping Iory. Peri itu pun tersenyum, dan ia membawa dua sahabat tersebut ke dalam pohon beringin itu. Tanpa mereka sadari ternyata novel “one tree, three fairy” yang sering di baca Kyo adalah cerita tentang mereka.



The End

Story by: Mahfud S.H
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiga

Satu