Mission Dreamer


“Mission Dreamer”
 
 

                 Tepat jam 6.00 pagi, jam weaker berbentuk lambing supermanku itu tak henti-hentinya berteriak di telingaku. Pusing mendengar teriakannya, aku pun langsung mencelupkan si superman itu ke dalam gelas yang berisi air putih. Sambil membuka mata perlahan-lahan, aku melihat jam weaker kesayanganku itu dalam gelas, secepat kilat aku langsung mengambilnya agar dia tidak rusak akibat terkena  air. Setelah itu, aku mengambil handuk bergambar Barcelona dan membawanya menuju kamar mandi. Setelah selesai aku pun siap untuk pergi ke sekolah. Dengan membawa tas tracker, dan seragam biru-biru dan sepatu pantople. Aku mengeluarkan motor bebek berwarna biru yang berplat 5098 milikku itu untuk ku tunggangi dan pergi ke sekolah.
                 Sesampainya di sekolah, aku tak melihat satu orang pun di sana, yang kulihat hanya sebuah pagar besi yang tertutup, sebuah  bendera merah putih yang telah berkibar di sebuah tiang berwarna putih, dan ada kurang lebih 37 motor di parkiran. Ini pertanda bahwa lonceng telah berbunyi sejak dari tadi. Aku pun langsung berlari menuju kelas. Sesampainya di kelas, aku bertemu dengan Pak Heri , guru Fisika yang membenci siswa yang mempunyai hobi terlambat. “Micky! Bapak paling tidak suka melihat siswa yang suka terlambat, itu menandakan kamu tidak disiplin, ikut bapak kelapangan, kamu akan bapak jemur seharian!”Bentaknya bin marahnya kepadaku. Setelah dimarahi  pak Heri, aku pun seharian hanya merasakan dan menikmati sinar matahari yang menusuk kepalaku, yang membuat aku mau pingsan dan membakar kulitku yang hampir sehitam sepatuku. Ini semua gara-gara jam weaker yang ku setting lebih lambat 1 jam dari jam sekolah. Because, aku seorang pemimpi yang hobi tidur. Lonceng pulang pun berbunyi. Mendengar lonceng tersebut, aku langsung lari ke parkiran dan berterima kasih kepada orang yang telah memukul lonceng itu. Hari ini aku tidak mendapat ilmu sama sekali, yang ku dapat hanya “pedicure manicure”  seperti mengeringkan sekaligus menghitamkan kulit dan mem-freshkan kepala. Setibanya di tengah jalan, aku melihat sebuah pohon yang tak lazim berdiri di tengah jalan. Aku hendak beristirahat dipohon tersebut untuk meletakkan kelelahan serta rasa penat di dalam tubuhku. Aku pun tertidur lelap dibawah pohon rindang itu.
                 Ketika aku bangun dari tidurku, aku membuka mataku perlahan-lahan dan melihat lingkungan sekitar. Aku sedikit terkejut dan heran, karena aku tiba-tiba berada di tengah-tengah gurun pasir yang panas. Sejauh mata memandang hanya terlihat bukit pasir dan awan biru. Aku bingung harus melakukan apa dan harus kemana untuk menyelamtkan nyawa. Tiba-tiba sebuah kertas melayang dihadapanku, aku pun mengambil kertas itu dan membacanya. “MISSION 1 = WHO AM I ?” Selembar kertas bertuliskan kalimat membingungkan membuatku penasaran. Tiba-tiba seorang lelaki berbaju kaos putih bercelana jeans pendek menghampiriku. Aku agak sedikit karena kedatangannya tiba-tiba. Ia pun duduk dihadapankudan bertanya. ”Kamu siapa? kamu dari mana? mengapa kamu datang kemari?” Ia memberi 3 pertanyaan yang pasti akan ku jawab. “Saya Micky, saya tidak tahu saya dari mana,tiba-tiba saya ada disini.” Lelaki itu pun tersenyum, lalu ia memberi tahuku bahwa aku berada disini karena aku tertidur di sebuah pohon dan sampai berada digurun pasir ini.  Setelah ia bercerita tentang aku, tiba-tiba kertas misi aneh yang kupegang tiba-tiba menghilang. Aku terkejut, lelaki itu pun tersenyum. Aku semakin curiga dan penasaran, siapa sebenarnya lelaki culun ini. Setelah itu, dia menyuruhku untuk berdiri dan mengulurkan tanganku. Aku dengan sedikit takut, akhirnya mengikuti perintahnya. Ketika mengulurkan dan membuka telapak tanganku, tiba-tiba semangkuk sup hangat berada ditanganku. Aku terkejut sekaligus takut. Dia menyuruhku untuk memakan makanan yang telah berada di tanganku itu. Setelah aku menghabiskan sup tersebut, tiba-tiba dimangkuk tersebut terdapat selembar kertas misi lagi bertuliskan “MISSION 2 = KILL HIM!” Setelah aku membaca, aku berniat untuk menanyakan apa maksud kertas misi ini kepada lelaki itu. Ketika aku ingin bertanya, tiba-tiba aku tak melihat seorang pun yang ada digurun itu. Aku pun berfikir sejenak. Apa saja yang terjadi setelah aku tertidur dipohon  itu hingga sampai mendapat kertas misi. Selang aku berfikir, tiba-tiba ada seseorang yang membisikkan ketelingaku. “Selesaikan 3 misi untuk kembali ke dunia nyata” suara yang bergumam itu mengganggu konsentrasi berfikirku.lalu aku melihat kertas misi ke 2. “Jadi aku harus memahami dan menyelesaikan semua misi ini, misi pertama “who am I” artinya mencari tahu siapa diriku, dan lelaki tadi telah memberi tahu  siapa aku dan mengapa aku berada di sini. Pantas saja, waktu lelaki selesai bercerita kertas itu langsung hilang, itu tandanya misi telah selesai.” Sebuah pemikiran tepat dari otakku. Setelah aku berfikir selama 5 menit, aku berniat untuk fokus dan menyelesaikan  misi yang kedua ini. “KILL HIM? Bunuh dia? Siapa yang mau dibunuh disini gak ada orang, lagi pula akukan gak mungkin membunuh orang?” tanyaku mustahil. Lalu aku berfikir, bagaimana jika ada lelaki yang memberiku sup itu tiba-tiba ada dihadapanku. Sambil berfikir, tiba-tiba lelaki culun itu datang dihadapanku. Aku terkejut untuk ke 5 kalinya karena dia. “Mengapa kamu tiba-tiba ada disini?” Aku memberanikan diri untuk bertanya . “kan kamu yang manggil?” jawabnya. Aku heran, apa maksud dari lelaki berbaju putih ini. “Ini adalah dream world. Kita ini berada didalam mimpimu”tambahnya. Aku semakin bingung. “jadi apa yang aku fikirkan akan terwujud di hadapanku?” tanyaku sedikit tidak percaya. Lalu lelaki itu hanya mengangguk. Lalu aku berfikir asal sekaligus iseng untuk memastikan bahwa apakah benar jika aku berfikir sesuatu maka akan terwujud seperti yang dia katakan tadi melalui isyarat. Lalu aku berfikir bahwa sebentar lagi aka nada hujan pisau yang mengarah ke kami. Tiba-tiba awan menjadi gelap seakan-akan hujan akan turun lalu lelaki itu bertanya. “Apa yang kamu fikirkan Micky, kamu akan mendatangkan hujan?” Akupun hanya terpanah dan terpaku melihat kejadian real di hadapanku. Tiba-tiba setetes pisau jatuh yang hampir mengenaiku. “Aku minta maaf, aku telah berfikir sejauh ini, yang membuat nyawa kita terancam!” Lelaki itu tersenyum bahagia lalu ia mendekatiku dan menyuruhku tiarap ditanah. Ia pun langsung melindungiku sambil membisikkanku. “ Terima kasih Micky, akhirnya misiku selesai berkat kamu, dan kamu telah menyelesaikan misi kedua. Kamu harus menyelesaikan misi terakhir untuk keluar dari dunia ini.” Ucapan terakhir dari mulutnya itu hanya ku jawab dengan rasa takut. Aku masih takut akan fikiranku yang nanti tiba-tiba membawaku menuju kebawah batu nisan. Hujan pisau pun berhenti. Ketika aku bangun, aku tidak melihat lelaki yang menolongku tadi. Sambil memegang kertas ditangan kiri dan tangan kanan menutup luka sobek di lengan kiri akibat hujan pisau tadi. Kertas misi yang berada ditangan kiriku pun hilang. Setelah aku terduduk kesakitan dan membuka luka. Ketika aku melihat tanganku yang penuh darah, tiba-tiba ada selembar kertas misi terakhir aku pun mulai membaca “MISSION 3 = KILL DREAMER” Aku takut ketika mengetahui misi terakhir ini. Di kertas misi di katakan “KILL DREAMER”, artinya bunuh pemimpi . Siapa lagi kalau bukan aku, sang pemimpi yang mengendalikan dunia ini. “Masa aku harus bunuh diri?” tanyaku bingung. Aku pun berjalan dan berfikir bahwa di hadapanku ada sebuah pohon untuk beristirahat. Alhasil, pohon itu pun tumbuh di tengah gurun. Ketika aku duduk dan beristirahat dibawah pohon itu. Lalu aku berfikir lagi bahwa bagaimana aku menyelesaikan misi terakhir ini. Sambil menarik nafas dan berfikir aku berkata “tidak ada oksigen”. Pikiran terakhirku itu yang menyelesaikan misi terakhirku. Tiba-tiba di area pohon  sampai sejauh mata memandang tidak ada oksigen sama sekali sehingga aku tak bisa bernafas seperti biasanya. Akhirnya kertas misi ke 3 itu pun hilang, aku terbaring di tanah.
                 Ketika aku bangun tiba-tiba aku berada di pohon rindang yang berdiri di tengah jalan mengarah ke rumahku. Dengan memakai baju seragam sekolah,tanpa luka, dan secepat kilat aku langsung kerumah. Setibanya di rumah, Ayah dan Ibuku langsung memelukku. Mereka menangis dan bertanya keberadaanku selama 3 minggu yang tak pernah pulang. Aku pun termenung dan berfikir berarti selama 5 jam di dunia mimpi jika di dunia nyatanya bisa sampai 3 minggu. Keesokan harinya aku ke pohon yang berada di tengah jalan itu lagi. Sesampainya di sana, aku tak melihat pohon itu lagi. Aku melihat selembar kertas lalu membacanya “ Welcome to my world, iam here if someone dreamer need me”



The End
 

Story by: Mahfud S.H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiga

One Tree, There Fairy

Satu